Dembele Resmi Dimiliki Barcelona dengan Mahar Hingga 147 Juta Euro

Dembele Resmi Dimiliki Barcelona dengan Mahar Hingga 147 Juta Euro

Citanduy Post - Striker Internasional Prancis Ousmane Dembele akhirnya resmi dimiliki oleh klub raksasa Spanyol FC Barcelona. Dengan biaya awal sebesar 105 juta Euro – yang menyamai harga jual kompatriotnya di timnas Prancis Paul Pogba saat dilego Manchester United ke Juventus – total mahar yang dikeluarkan Barcelona untuk mengakuisisi servis Dembele dari Borrusia Dortmund mencapai hingga 147 juta Euro, demikian laporan ESPN FC, Sabtu (26/08).
Dembele saat membela Dortmund. (Foto: istimewa)

Dembele disebut-sebut salah satu protagonis penting yang bisa mengisi pos yang ditinggalkan Neymar, setelah nama terakhir diboyong Paris Saint Germain sekaligus menjadi rekor transfer sepanjang sejarah sebesar 400 juta Euro.

Pelatih Kepala Barcelona Ernesto Valverde sendiri mengakui hal tersebut. Ia menandaskan bahwa pilihan Barcelona untuk merekrut Dembele lebih didasarkan pada pertimbangan teknik pemain barunya itu.

“Ia (Dembele) dapat bermain di sisi kiri atau kanan, atau bahkan melalui tengah. Ia juga cepat dan secara teknik sangat bagus,” tandasnya.


Ousmane Dembele akan menjalani tes medis di hari Senin, dan kemungkinan akan langsung merumput selepas jeda internasional pada 9 September saat klub katalunya itu menghadapi Espanyol di La Liga.
Read More
Siang ini, Karnaval Pesona Parahyangan Meriahkan Kota Bandung

Siang ini, Karnaval Pesona Parahyangan Meriahkan Kota Bandung

Citanduy Post - Kota Bandung kembali ditahbiskan sebagai salah satu pusat budaya Indonesia. Sabtu siang ini (26/08), Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 sebagai puncak peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia akan memeriahkan Kota Bandung.
Peserta asal Banten tengah bersiap mengikuti kegiatan Karnaval
Kemerdekaan di Bandung, Sabtu (26/08). (Foto: istimewa)

Karnaval akan dipadati dengan rangkaian pertunjukan budaya yang antara lain akan diisi oleh Drumband Changka Panorama Secapa TNI AD, Paskibraka Jawa Barat, Jember Fashion Carnival, Solo Batik Carnival, pemain enggrang Jack Obin, rombongan Atlet Senam Indah Kota Bandung, Rombongan Rebana Pondok Pesantren Nurul Iman, Barisan Jaka Tarub, Kuda Renggong Sumedang, Komunitas Cosplay Bandung, dan kerja sama masyarakat adat.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo sedianya akan turut menghadiri puncak peringatan Dirgahayu Kemerdekaan RI itu. Jokowi bahkan akan ikut berpartisipasi dalam karnaval dengan menaiki Kereta Pancasila. Sebuah truk yang dihias dengan kepala burung Garuda. Sedangkan pada bagian belakangnya disusun seeng (dandang), alat memasak tradisional Sunda, yang dipakai untuk membentuk tumpeng raksasa.

Kereta Pancasila yang dibuat berkat hasil kerja sama para seniman itu akan menyiratkan makna kerja gotong royong yang terwujud dalam kebersamaan. Para seniman yang terlibat antara lain Tisna Sanjaya, seorang budayawan dan pengajar di Institut Teknologi Bandung, bersama dengan budayawan lainnya, Aat Suratin, Joko Kurnain, dan beberapa budayawan lainnya
Kereta Pancasila akan dinaiki Jokowi dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017, Bandung, Sabtu (26/08)
Terpilihnya Kota Bandung sebagai kota penyelenggara karnaval kemerdekaan tidak lain karena selama ini Bandung dikenal memiliki komunitas kreatif terbanyak di Indonesia.

“Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan budaya, pemilihan Bandung sebagai tempat penyelenggaraan akan semakin menguatkan posisi Bandung sebagai pusat industri kreatif dan destinasi karnaval berkelas dunia,” demikian keterangan Menteri Pariwisata Arief Yahya, sebagaimana dikutip dalam laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

Tiga karnaval terbaik Indonesia juga akan turut tampil antara lain Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Tomohon Flower Carnaval. Ketiganya akan hadir dan berkolaborasi dalam arak-arakan karnaval dari warga Bandung.
Read More
Selamatkan Generasi Muda, Warga dan Mahasiswa Gagas Halte Baca

Selamatkan Generasi Muda, Warga dan Mahasiswa Gagas Halte Baca


“Kita ketahui arus globalisasi yang pesat telah membuat masyarakat lebih senang memainkan perangkat gadget mereka dibandingkan dengan membaca. Selain itu, fasilitas (taman baca) yang belum tersedia juga membuat generasi muda enggan membaca,” kata salah seorang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rizal Kailani dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua DKM Nurul Huda Ismail Muhammad Syahid menyampaikan bahwa gagasan untuk mendirikan Halte Baca 309 sesuai dengan kebutuhan warga di lingkungan Cibulan, juga sejalan dengan misi Islam sebagai Rahmatan lil Alamin.

“Kita harapkan agar ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat. Suatu jembatan penghubung kebutuhan masyarakat di lingkungan Cibulan terhadap pemenuhan fasilitas membaca dan di masa depan dapat berkontribusi pada pemberantasan buta huruf di Kota Banjar,” jelas alumni Universitas Jenderal Soedirman itu kepada Citanduy Post.

Menurutnya, sejumlah donatur dipastikan telah berkontribusi cukup besar dalam mewujudkan gagasan Halte Baca 309 ini. Baik mereka yang berasal di wilayah Kota Banjar, maupun para donatur yang berada di luar Kota.

Para pelajar memanfaatkan waktu luang dengan membaca di Halte Baca 309, Kamis (24/8)

Turut hadir dalam kegiatan peresmian sore itu antara lain pejabat Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Banjar, pejabat Lurah Kota Banjar, sesepuh warga, dan anak-anak yang langsung menyerbu seluruh bacaan yang tersedia selepas acara peresmian berakhir.
Read More
Warga Parakan Meriahkan HUT ke-72 RI dengan Rampak Gendang

Warga Parakan Meriahkan HUT ke-72 RI dengan Rampak Gendang


Tampak warga yang menyaksikan pagelaran Rampak Gendang turut larut dalam kebahagiaan merayakan HUT ke-72 RI. Sebelumnya, pada siang hari selepas kegiatan seremoni upacara bendera, warga juga dihibur dengan aneka kegiatan. Antara lain perlombaan bola voli, sepakbola antar kampong, gerak jalan, dan paduan suara.

Para peserta pertunjukan seni Rampak Gendang merupakan para pelajar tingkat SMP di lingkungan Desa Parakan Mangu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Mereka berkompetisi untuk saling menunjukkan kebolehannya dan kekompakannya dalam memainkan irama gendang.

Salah seorang warga Dusun Parakan, Tika (32) menyatakan bahwa dirinya merasa puas dengan pelaksanaan peringatan HUT RI tahun ini.

“Alhamdulillah tahun ini saya mengikuti kegiatan lomba gerak jalan dan paduan suara. Peserta tahun ini juga terlihat lebih kompak, termasuk mereka yang masih ABG pun bersedia ikut meramaikan lomba gerak jalan,” tuturnya.

Warga Dusun Parakan Bersiap Mengikuti Lomba Gerak Jalan, Kamis (17/08)

Dari pantauan Citanduy Post, seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-72 RI di Dusun Parakan berjalan dengan tertib dan lancar. Sementara itu, para peserta gerak jalan unjuk gigi dalam menampilkan kekompakan dalam menggunakan busana khas pilihan masing-masing.

Hingga hari ini, Sabtu (19/08), warga Parakan masih melanjutkan rangkaian kegiatan peringatan HUT RI. Rencananya, hari ini akan diadakan pertunjukan seni dangdut dan beberapa lomba lainnya. Sedangkan pada Jumat (18/08) kemarin telah diadakan lomba panjat pinang dan tarik tambang.
Read More
Warga RI di Timor Leste Rayakan HUT RI ke-72

Warga RI di Timor Leste Rayakan HUT RI ke-72



“Kami mengucapkan selamat merayakan hari ulang tahun ke-72 kemerdekaan Republik Indonesia kepada segenap warga dan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Timor Leste. Semoga Indonesia tetap jaya. Merdeka!” demikian pesan Duta Besar RI untuk Timor Leste Sahat Sitorus seusai kegiatan upacara kemerdekaan RI.

Suasana upacara bendera HUT RI ke-72 di KBRI Dili, Timor Leste, Kamis (17/08)

Berdasarkan informasi yang diperoleh koresponden Citanduy Post di Dili, para anggota pasukan pengibar bendera yang bertugas dalam kegiatan upacara bendera tersebut merupakan anak-anak warga Indonesia yang menetap atau bekerja di Timor Leste. Kebanyakan dari mereka berasal dari Sulawesi dan Jawa. Di antara mereka terdapat juga orang tuanya yang telah berkeluarga bersama warga negara Timor Leste.

Sementara itu, data dari kementerian luar negeri menyebutkan terdapat kurang lebih 9000 WNI yang terkonsetrasi di kota Dili dan sekitarnya. Pada umumnya mereka adalah para pemilik usaha, rohaniawan, pekerja professional dari BUMN dan BUMS Indonesia, pekerja bangunan, awak kapal dan penduduk tetap yang menikah dengan masyarakat setempat atau keturunan WNI.

Sahat Sitorus juga menyampaikan bahwa persamaan budaya, bahasa, makanan dan banyaknya masyarakat Indonesia dan Timor Leste yang menjalin hubungan keluarga menjadi dasar hubungan baik antara kedua negara.

Salah seorang warga Indonesia asal Kota Banjar, Jawa Barat yang menetap dan berkeluarga di Dili, Yeni (32 tahun), menyampaikan harapannya agar hubungan di antara kedua negara tetap terjalin dengan baik. Ia pun berharap agar anak-anaknya kelak dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas dan maksimal meski dibesarkan di Timor Leste.
Read More
5 Profesi Paling Mematikan Bagi Wanita

5 Profesi Paling Mematikan Bagi Wanita

Citanduy Post - Sebuah laporan dari lembaga nirlaba Amerika Serikat AFL-CIO menunjukkan bahwa kaum wanita lebih  berisiko meninggal dunia di tempat kerja akibat kejahatan pembunuhan.

Meski jauh lebih  banyak jumlah pria yang meninggal di tempat kerja dibandingkan dengan wanita — dari total 4.836 kematian yang terjadi di tempat kerja pada tahun 2015, terdiri dari 4.492 orang pria dan 344 wanita — 18 persen penyebab kematian wanita yang meninggal di tempat kerja diakibatkan oleh pembunuhan. Sementara hanya 8 persen pekerja pria yang terbunuh di tempat kerjanya.

Embed from Getty Images

Biro Tenaga Kerja dan Statistik AS melaporkan di tahun 2015 sebanyak 43 persen pekerja wanita mengalami serangan fatal oleh rekannya di tempat kerja, dibandingkan dengan hanyadua persen korban pria.

Berikut ini lima profesi paling mematikan  bagi wanita, sebagaimana diulas dalam Crime Feed.

1. Pekerja Seks Komersil

Tidak mengejutkan bila pekerja seks menjadi profesi paling mematikan bagi wanita di AS. Menurut Sex Women Outreach Project, pekerja seks 400 kali lebih berpeluang terbunuh saat bekerja daripada profesi lainnya.

Kajian American Journal Epidemiology menunjukkan fakta bahwa tingkat pembunuhan di tempat kerja bagi para pekerja seks 51 kali lebih berisiko daripada pekerja di toko minuman keras.

2. Industri Pelayanan

Sebagaimana di toko minuman keras, mayoritas wanita yang bekerja di bar juga meninggal akibat kejahatan pembunuhan. Selain itu, para pelayan di tempat makan dan minum termasuk berisiko tinggi. Demikian juga para pekerja hotel, khususnya cleaning service. Sebagai catatan, mayoritas pekerja di industri pelayanan adalah wanita.

3. Perawat

Pekerja di bidang pelayanan kesehatan sering menerima kekerasan oleh pasien dan berurusan dengan pasien sakit jiwa setiap harinya, yang tentu saja sangat berisiko. Menurut laporan dari Public Citizen, sekitar satu setengah perawat di bagian gawat darurat dilaporkan mengalami ancaman kekerasan secara verbal dan fisik.

Para perawat dan pekerja layanan kesehatan juga diperkirakan sering menghabiskan waktu berjam-jam berdiri dan memindahkan para pasien, yang bisa berisiko tinggi cedera pada sistem otot dan tulang.

4. Petugas Sipir

Baik bagi pria maupun wanita, profesi petugas sipir memiliki salah satu tingkat tertinggi cedera di tempat kerja, terutama disebabkan konfrontasi dan kekerasan para tahanan penjara.

Bahkan, di tahun 2016, The New York Times pernah menyatakan bahwa para narapidana bukan satu-satunya hal yang harus dikhawatirkan oleh para sipir wanita. Sebagian dari mereka juga mengaku mengalami kekerasan dan pelecehan seksual dari rekan kerja pria mereka.

5. Supir Taksi

Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS pada tahun 2010 menyebutkan bahwa para supir taksi lebih dari 20 kali lebih mungkin mengalami pembunuhan saat bekerja daripada jenis profesi lainnya.

Sementara itu, perusahaan taksi online seperti Uber, dalam forum-forum supirnya banyak berisi kisah-kisah seram seperti kejadian dipukuli, diludahi, dan ditodong dengan senjata api oleh para penumpangnya.

Sebagai tambahan, para supir taksi juga terpaksa harus menerima ancaman kekerasan terus-menerus secara verbal dan fisik dari penumpangnya yang mabuk.
Read More
HUT ke 72 RI, Ponpes Alkautsar Banjar Gelar Lomba Panjat Pinang

HUT ke 72 RI, Ponpes Alkautsar Banjar Gelar Lomba Panjat Pinang

Citanduy Post - Pondok Pesantren Ma’had Alkautsar Kota Banjar menyambut HUT ke 72 RI dengan menggelar berbagai lomba. Salah satu lomba yang menarik perhatian adalah lomba panjat pinang. Lomba panjat pinang dimeriahkan oleh peserta yang terdiri dari santri-santri di Ponpes Alkautsar.



“Lomba panjat pinang digelar untuk ikut memeriahkan dan menyemarakan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72. Lomba dan kegiatan seperti ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun di Ponpes Alkautsar. Harapannya santri dapat meneladani perjuangan para pahlawan, belajar bekerja sama dan gotong royong dalam tim, serta menumbuhkan semangat pantang menyerah,” kata Ketua Yayasan Alkautsar, Asep Ahmad Mubarak, S.Pd.I. di Ponpes Alkautsar, Jalan Pejuang No. 100 Dusun Karangpucung Wetan Desa Jajawar Kota Banjar, Kamis (17/08/2017).

Sementara itu dalam rangka merayakan HUT ke 72 Republik Indonesia, warga Lingkungan Cibonte Kelurahan Situbatu Kota Banjar, Kamis (17/08/2017), menggelar pertandingan Sepakbola Mini khusus ibu-ibu antar RT se-RW 04 Lingkungan Cibonte. Pertandingan tersebut merupakan pertandingan final yang mempertemukan ibu-ibu dari tim RT 04 melawan tim RT 02. Pertandingan digelar di lapangan Lingkungan Cibonte Kelurahan Situbatu Kota Banjar. Pertandingan yang mengundang banyak perhatian masyarakat sekitar tersebut berjalan tertib dan gembira.

Read More
Jokowi Minta Semua Pihak Bersiap Jelang Pilkada 2018

Jokowi Minta Semua Pihak Bersiap Jelang Pilkada 2018

Citanduy Post - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta seluruh elemen bangsa untuk tetap merawat kedewasaan demokrasi Indonesia, dengan mempersiapkan Pilkada Serentak tahun 2018 agar berkualitas.

“Mengajak kita semua untuk terus merawat kematangan demokrasi Indonesia, terutama di Pilkada Serentak tahun 2018,” ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan sebagai rangkaian peringatan HUT RI ke-72 di hadapan Sidang Bersama DPD dan DPR RI di Jakarta, Rabu (16/8).

Presiden mengingatkan prestasi yang ditorehkan saat Pilkada serentak tahun 2017 lalu di mana pelaksaannya berjalan damai dan aman  agar tetap dipertahankan di tahun depan.


Ia selanjutnya berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih para kepala daerah pilihan masing-masing sebagai perwujudan demokrasi. Tak lupa ia pun mengapresiasi kinerja Polri yang telah bekerja keras menjaga suasana aman dan damai selama pelaksanaan Pilkada serentak yang lalu.
Read More
Geliat Literasi di Timur Jawa Barat

Geliat Literasi di Timur Jawa Barat

Citanduy Post - Kepustakaan atau literasi dipandang bisa berdampak signifikan dalam membenahi pembangunan daerah yang kehilangan arah. Problem daerah yang mengalami kekurangan sumber daya manusia yang bermutu tinggi diharapkan dapat diatasi di masa depan melalui investasi dalam pengarusutamaan gerakan literasi. Salah satu daerah yang kini menampakkan geliatnya dalam gerakan literasi yaitu Kota Banjar.
Sebagai kota berusia muda di timur Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Tengah, Banjar Patroman tentunya tak bisa banyak bersantai. Pembenahan infrastruktur demi membuka akses pembangunan untuk seluas-luasnya warga patut terus didorong. Pun demikian pula dengan aspek suprastruktur, dalam hal ini peningkatan wawasan dan kedewasaan pemikiran warganya, semisal gerakan literasi, tidak boleh terlupakan. Kedua aspek pembangunan tersebut sama-sama harus diletakkan dalam prioritas yang setara.
Geliat gerakan literasi di Kota Banjar terlihat dari gencarnya serangkaian kegiatan bertema literasi yang digalakan melalui sekolah-sekolah. Salah satu aktor utamanya ialah Ruang Baca Komunitas (RBK), yang juga bersinergi dengan sejumlah pegiat literasi lainnya dan mendirikan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kota Banjar. Melalui serial kegiatan bertajuk Gerakan Literasi Sekolah, komunitas yang digagas oleh seorang praktisi pendidikan ini mendapatkan jalan mulus untuk menanamkan benih budaya literasi di benak para siswa SD, SMP hingga SMA. RBK memanfaatkan hampir setiap momen yang ada untuk menarik minat para siswa se-Kota Banjar pada dunia literasi. Tak jarang simpati dan dukungan mengalir deras dari banyak pemangku kepentingan.
Gerakan RBK bisa dikatakan melampaui geliat dari lingkungan kampus perguruan tinggi di Kota Banjar. Hal ini dimungkinkan karena para aktivis mahasiswa sangat mudah tergoda dengan aktivitas politik. Sementara, gerakan literasi membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi dari para pegiatnya. Selain itu, kini dunia perguruan tinggi memang lebih menuntut mahasiswa untuk berfokus pada riset di bidang ilmu yang mereka dalami masing-masing.

Dari Gerakan Sekolah, ke Gerakan Massal
Dalam iklim geliat literasi yang tengah mulai tumbuh ini, lalu apa hal yang masih tertinggal untuk menggenjot semangat literasi warga Kota Banjar? Jawabannya terletak pada dua kata kunci, yakni massif dan sinergis. Geliat yang sudah ditunjukkan sebagian kecil elemen warga kota perlu diteruskan dan disebarluaskan hingga dalam keseharian warganya. Meski Gerakan Literasi Sekolah yang dinakhodai oleh RBK patut diapresiasi, namun takkan cukup untuk mendatangkan dampak signifikan dalam waktu dekat bagi pembangunan Kota Banjar. Maka diperlukan sebuah paradigm baru, semacam Gerakan Literasi Massal. Masyarakat perlu dirangsang agar tumbuh kesadaran mereka, bahwa kegiatan membaca dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dalam keadaan apa saja. Atau sesuai slogan, “Kumacarana Maraca”.
Perubahan paradigma seperti ini tentu saja bukanlah sebuah tugas yang ringan. Oleh karena itu, maka gerakan literasi yang massif takkan berhasil tanpa sinergi dengan semua pegiat literasi lainnya. Sejatinya, seluruh pegiat literasi bahu membahu mendorong gerakan literasi massal agar berdampak nyata dalam pembangunan daerah. Semua pihak harus fokus dengan tujuan akhir yang ingin tercapai dari gerakan itu, yaitu terwujudnya pembangunan yang berkeadilan, maju dan mensejahterakan warganya.

Salah satu dampak langsung terhadap pembangunan daerah dari sebuah gerakan literasi yang massif dan sinergis yakni keterlibatan warga dalam pembangunan daerahnya. Dengan keterlibatan aktif warganya, maka lambat laun akan timbul tanggung jawab dan rasa memiliki atas nasib pembangunan daerahnya.
Read More
Perayaan Hari Kemerdekaan di Negara-Negara Muda

Perayaan Hari Kemerdekaan di Negara-Negara Muda

Citanduy Post - Peringatan hari kemerdekaan sebuah negara sudah biasa dirayakan dengan berbagai rangkaian kegiatan kenegaraan maupun berbagai jenis perayaan yang diadakan oleh penduduknya. Indonesia biasa memperingatinya dengan upacara peringatan kemerdekaan yang dilakukan secara serentak di seluruh daerah, termasuk Jakarta sebagai ibukota negara. Kegiatan upacara tersebut biasa dilanjutkan dengan berbagai parade jalanan, dan diramaikan dengan berbagai lomba tradisional di hampir setiap pelosok wilayah negara Indonesia, salah satu yang terpopuler ialah lomba panjat pinang.

Sebagaimana halnya dengan negara kita, negara-negara lain yang pernah terjajah pun biasa memperingati hari kemerdekaannya. Berikut ialah beberapa peringatan hari kemerdekaan di negara-negara muda yang lahir sejak tahun 90-an.

Bosnia & Herzegovina
Setiap tahunnya, negara Bosnia & Herzegovina menandai awal bulan Maret dengan perayaan hari kemerdekaannya dari Republik Federal Sosialis Yugoslavia di tahun 1992. Negara ini terletak bagian tenggara wilayah Semenanjung Balkan bersama sejumlah negara lainnya seperti Albania, Montenegro, Kroasia, Serbia, Romania dan sebegainya.
Bosnia & Herzegovina pernah menjadi bagian dari Republik Federal Sosial Yugoslavia hingga pemisahannya dari republik komunis itu pada tanggal 1 Maret 1992. Berkat referendum yang digelar 29 Februari hingga 1 Maret 1992. Referendum itu diadakan berdasarkan rekomendasi dari komisi arbitrase internasional. Referendum kemerdekaan negara Bosnia & Herzegovina itu mendapatkan dukungan hampir 62% dari 99% warganya yang hadir pada pemungutan suara itu.
Di negara ini, terdapat tiga kelompok etnis besar antara lain Bosnia, Serbia Bosnia, dan Kroasia Bosnia. Etnis yang disebut pertama menjadi mayoritas di negara tersebut.
Akan tetapi, perayaan hari kemerdekaan negara ini hanya dirayakan oleh separuh dari warganya. Perbedaan pandangan politik antara Federasi Bosnia-Herzegovina yang didominasi etnis Bosnia dan Kroasia, dengan Republika Srspka (RS) yang didominasi etnis Serbia menjadi penyebabnya. RS memandang bahwa tanggal 1 Maret hanyalah hari kerja biasa.
Hari kemerdekaan negara Bosnia & Hersegovia dirayakan dengan acara parade jalanan, pidato politik dari para pemimpin politik dan sejumlah pertunjukan yang mendapatkan dukungan dari negara. Sementara itu, para penduduknya memanfaatkan kesempatan libur nasional itu dengan berkunjung kepada sanak saudaranya atau ke taman dan pusat perbelanjaan lokal. Sementara pada malam harinya, pesta kembang api dan acara konser turut menghangatkan suasana perayaan hari kemerdekaan mereka.

Eritrea
Hari kemerdekaan menjadi salah satu hali libur terpenting di negara Eritrea, yang dirayakan setiap tanggal 24 Mei sejak tahun 1991. Pada tahun itu, Front Pembebasan Rakyat Eritrea merangsek masuk ke dalam wilayah ibukota Asmara untuk menyatakan kemerdekaannya, setelah selama 30 tahun mengalami rangkaian peperangan panjang melawan rejim militer Etiopia.
Di negara ini, sepekan menjelang tanggal 24 Mei biasanya warga sudah ramai membuat sejumlah perayaan hingga hari kemerdekaan tiba. Pekan itu biasa diisi dengan karnaval, pertunjukan jalanan, kompetisi olahraga, konser musik, parade dan pertunjukan patriotik lainnya.
Akan tetapi kemeriahan perayaan hari kemerdekaan di negara ini tak dapat menyembunyikan kondisi muram yang dialami warganya. Seorang jurnalis internasional Abraham T. Zere dalam laporannya untuk Al-Jazeera menyebut Eritrea sebagai “Negara Penjara”. Dalam laporannya, Eritrea digambarkan sebagai negara yang tertutup dari media asing dan dipenuhi kekerasan sistematis oleh negara. Sejak merdeka, Eritrea terjerumus pada praktek kekerasan oleh negara, bahkan hingga dua setengah dekade telah berulang kali mendapat tekanan dunia internasional. Hingga mencapai puncaknya saat laporan komisi Hak Asasi Manusia PBB menyatakan negara Eritrea bersalah atas “kejahatan kemanusiaan” yang dilakukannya. Di negara kecil dengan jumlah penduduk tak lebih dari lima juta jiwa ini ternyata terdapat lebih dari 360 buah penjara.
Kekerasan sistemik ini tentu berdampak buruk pada kondisi ekonomi, hukum, pendidikan dan sosial masyarakat. Negara ini bisa dikatakan miskin di mana penduduknya dihadapkan pada dua pilihan sulit, keluar dari wilayah negara ini secepatnya atau mati dengan perlahan di negaranya sendiri. Dalam kondisi di mana Eritrea tak mampu menyediakan bahan pangan bagi warganya, kebijakan impor bahan pangan telah disalahgunakan sejak tahun 2003. Partai penguasa diijinkan untuk mengadakan impor dan mengatur bahan pangan dasar – di mana hanya tersedia permen karet di toko-toko dan minuman keras di bar.

Palau
Negara kepulauan yang terletak di kawasan Samudera Pasifik ini memperingati hari kemerdekaannya setiap tanggal 1 Oktober, di mana pada tahun 1994 secara hukum Palau resmi diakui sebagai sebuah negara berdaulat. Sebelumnya, negara ini secara bergantian dikuasai oleh negara-negara asing, mulai dari Spanyol, Jerman, Inggris, Jepang hingga Amerika Serikat.
Dalam perayaan hari kemerdekaanya, seremonial resmi kenegaraan mengawali rangkaian perayaan di kawasan ibukota negara. Malam harinya, perayaan dimeriahkan dengan pertunjukan kembang api tradisional, dan dilanjutkan pada esok harinya dengan lomba perahu dan beraneka ragam wisata kuliner khas Palau.

Timor Timur
Kemerdekaan Timor Timur diperangati melalui dua momentum sejarah, yakni Hari Restorasi Kemerdekaan negara Timor Timur atau Timor Leste yang dirayakan setiap tanggal 20 Mei, dan perayaan Referendum Kemerdekaan setiap tanggal 30 Agustus setiap tahunnya. Peringatan ini menandai kemerdekaan yang diraih secara resmi negara ini dari kekuasaan Indonesia pada tahun 2002, setelah sebelumnya pada akhir Agustus 1999 sempat diadakan referendum.
Peringatan kemerdekaan dirayakan dengan seremoni kenegaraan dan ditambah dengan kemeriahan yang diadakan oleh warganya. Berbagai pameran internasional, lomba sepeda, dan penguburan jenazah kerangka pahlawan bangsa digelar untuk mengenang hari bersejarah itu.

Kosovo
Pada peringatan hari kemerdekaan negara Kosovo tanggal 17 Februari lalu, mereka mendapatkan ucapan selamat dari presiden baru Amerika Serikat, Donald Trump, melalui sebuah surat. Dalam suratnya, Trump memberi dukungan bagi negara Kosovo yang “multi etnik, demokratis, dan berdaulat”. Negara Kosovo telah menyatakan kemerdekaannya sejak 17 Februari 2008.
Pemerintah Kosovo menandai secara resmi peringatan kemerdekaan dengan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan sebuah seremoni di komplek pemakaman mantan presiden Ibrahim Rugova di kota Pristina. Parade pasukan bersenjata Kosovo pun berbaris di sepanjang jalan utama kota Pristina, dengan terlebih dahulu dipimpin oleh marching band. Sementara itu, penduduk kota Pristina turut memenuhi jalanan kota.

Sudan Selatan
Negara termuda ini berpisah dari Sudan pada tanggal 9 Juli 2011. Akan tetapi, sejak 2013 mereka mengalami tragedi perang sipil, yang menyebabkan puluhan ribu korban jiwa dan 3,7 juta jiwa keluar menuju pengungsian. Tingkat inflasi yang sangat tinggi hingga mencapai 800% dan ketergantungan ekonomi terhadap industri minyak yang tengah jatuh memperburuk situasi negara itu.
Perayaan hari kemerdekaan Sudan Selatan di tahun ini pun kembali menemui kegagalan, setelah pada tahun lalu terjadi hal yang sama. Mereka terpaksa membatalkan perayaan demi dikarenakan krisis yang terjadi hingga saat ini. Pemerintah Sudan Selatan menilai bahwa dalam situasi saat ini tidak tepat dan tidak diperlukan perayaan hari kemerdekaan.
Read More