Metode Konversi Suara Saint Lague Lebih Proporsional

Citanduy Post - Metode konversi suara dalam Pemilu 2019 mendatang dinilai lebih proporsional dibandingkan dengan metode yang dipakai pada tahun 2014. Metode yang lebih dikenal dengan istilah Saint Lague Murni dinilai akan menghasilkan perolehan kursi yang lebih mewakili perolehan suara Partai Politik hasil Pemilu.
Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu 2019 digelar oleh KPU Kota Depok di Hotel Santosa Depok, Selasa (14/11/2017). 

Demikian disampaikan mantan Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah melalui pemaparannya dalam sebuah acara bertajuk Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang digelar oleh KPU Kota Depok di Hotel Santosa Depok, Selasa (14/11/2017).

“Pada intinya, Parpol tetap harus mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya agar perolehan kursinya dapat dimaksimalkan,” jelas Ferry kepada para peserta sosialisasi yang terdiri dari para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Parpol se-Kota Depok.

Sebagaimana diketahui, dalam UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu, metode konversi suara yang dianut untuk gelaran Pemilu 2019 mendatang adalah metode perhitungan Saint Lague Murni yang menerapkan bilangan pembagi berangka ganjil seperti 1, 3, 5, 7 dan seterusnya untuk menentukan alokasi kursi Parpol.

“Metode ini akan membagi kursi di setiap daerah pemilihan kepada Parpol sesuai urutan rata-rata terbanyak dari hasil pembagian tersebut hingga kursi habis terbagi,” terang Ferry.

Sementara itu, di tempat yang sama, narasumber lainnya Dosen Fakultas Hukum UI Wirdyaningsih menekankan agar praktik politik uang tidak lagi dijadikan jalan pintas untuk merebut suara pemilih oleh Parpol. Pasalnya, UU Pemilu mengatur kewenangan Bawaslu yang diperkuat sehingga dapat menganulir peserta Pemilu dari keikutsertaannya bila terbukti melakukan politik uang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Metode Konversi Suara Saint Lague Lebih Proporsional"