Ratusan Massa Kutuk Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Citanduy Post - Sekitar 500-an massa menggelar Aksi Bela Palestina dengan berjalan kaki dari Taman Lapang Bhakti menuju kawasan Alun-alun Kota Banjar, Senin sore (11/12/2017) guna mengutuk sikap Presiden AS Donald Trump yang belum lama ini mengklaim secara sepihak kota Yerusalem sebagai ibukota Israel.


Melalui pernyataan sikapnya, massa aksi yang digalang oleh Komunitas Pecinta Al Quds ini menyatakan bahwa pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel dinilai telah bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan bisa membuat kemanan dunia tidak stabil.

Selain itu, massa juga meminta pemerintah Indonesia melanjutkan sikap tegasnya dan terlibat aktif untuk menolak klaim presiden AS atas kota suci Yerusalem.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, untuk bersatu padu serta aktif menyuarakan kecaman kepada pemerintahan AS, Israel dan sekutunya untuk meminta maaf pada dunia dan mencabut pengakuan tersebut serta mengembalikan Yerusalem kepada tempat yang sebenarnya yakni bumi Palestina," kata Ali Nurdin, koordinator lapangan aksi dalam pernyataan sikapnya.

Sejumlah elemen masyarakat turut berpartisipasi dalam aksi tersebut di antaranya santri Ma'had Al Kautsar dan Darul Ulum, presidium 212, Pesona Al Quds, Gema Keadilan dan PKS Kota Banjar. Perwakilan dari masing-masing elemen pun berorasi secara bergantian.

Salah satu orator, Ismail M. Syahid, menyebut bahwa klaim Trump atas Yerusalem memancing reaksi dan memicu konflik baru dunia.

"Pernyataan resmi Presiden Amerika, Donald Trump terkait dengan 'pengakuan' Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel memancing reaksi dan memicu konflik baru. Kita mendorong pemerintah Indonesia untuk ambil bagian dan memimpin upaya perdamaian dunia, sebagai bagian dari tanggung jawab konstitusional, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945," kata Ismail.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ratusan Massa Kutuk Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel"