Sinyal Darurat Penyebaran HIV di Mesir

Citanduy Post - PBB menyuarakan tanda bahaya darurat penyebaran HIV di Mesir, di mana jumlah kasus-kasus baru meningkat hingga 40 persen dalam setahun. Sementara itu, usaha untuk memerangi epidemi virus itu dihambat oleh stigma sosial dan minimnya pendanaan atas krisis tersebut.

Virus yang menyebabkan penyakit AIDS itu menurut pejabat PBB lebih banyak menular kepada remaja dan kaum muda dibandingkan dengan kelompok umur lainnya.

Menurut laporan AP News pada Senin (04/12/2017), di Mesir para pasien HIV AIDS seringkali dipenjara dengan tuduhan yang direkayasa dan dikucilkan oleh masyarakat. Penyakit menular ini seringkali dihubungkan dengan perilaku homoseksual, yang secara umum dipandang melanggar agama dan bertentangan dengan kodrat di negeri mayoritas Muslim itu.

“Ada peningkatan 25-30 persen kejadian setiap tahun…. yang menjadi alarm bagi kita dikarenakan pertumbuhan epidemi dan ketidak berlanjutan ketertarikan para donor dalam pendanaan,” kata Ahmed Khamis dari Badan AIDS PBB.

Perkiraan jumlah orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Mesir bervariasi. Badan AIDS PBB menyebut ada lebih dari 11.000 kasus, sedangkan Menteri Kesehatan negara Mesir memperkirakan jumlah sekitar 7.000 kasus.

Para pasien yang membutuhkan tindakan operasi seringkali tidak mampu mengakses pelayanan kesehatan dasar dikarenakan stigma yang harus mereka terima. Virus HIV dapat disebarkan melalui kontak seksual, juga melalui jarum atau jarum suntik dan donor darah yang terkontaminasi virus. HIV juga dapat ditularkan dari seorang ibu yang terinfeksi terhadap bayinya saat dilahirkan atau diberi ASI.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sinyal Darurat Penyebaran HIV di Mesir"