Terungkap, ini makna Kerudung Biru Irma Bastaman

Terungkap, ini makna Kerudung Biru Irma Bastaman


Citanduy Post - Irma Bastaman calon wakil walikota Banjar yang mendampingi calon walikota H. Maman Suryaman terlihat kerap identik memakai kerudung  berwarna biru.

Foto Irma Bastaman selfie bersama warga.

Ditemui di sela-sela kegiatan blusukan di Kota Banjar, Irma mengaku bahwa kerudung biru dipilih bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, biru merupakan warna dari Kota Banjar itu sendiri, yang ingin ia angkat diperhelatan Pilkada tahun 2018.

"Yang pertama, biru itu kan warna dasar Kota Banjar. Biru juga kan warna laut yang berarti 'kedalaman', dalam konteks pilkada ini saya maknai sebagai penghayatan. Berkunjung menemui warga itu seperti perjalanan spiritual," kata Irma di Lingkungan Cibulan, Kelurahan Banjar, Minggu (18/02/2018).

Calon Walikota Banjar yang terkenal dengan jargonnya 'Iman Barokah' ini, menjadikan kerudung biru sebagai identitas khasnya, yang terpampang di berbagai alat perga kampanye. Warna biru memiliki makna khusus bagi Irma. Seolah membawa aura tersendiri ketika dipakai dalam kegiatannya menemui masyarakat Kota Banjar.

"Biru juga jadi warna langit, maknanya kan keluasan atau ketenangan. Coba kalo kita lihat langit biru kan perasaan kita suka tenang yah," tutur Irma.

"Kan meskipun langit kelabu, mendung mau hujan, tapi kita tahu di atas awan-awan itu warna langit tetaplah biru," pungkasnya.

Lebih lanjut Irma mengaku, banyak masyarakat yang mengenal dirinya pertama kali dari melihat kerudung birunya.    


Read More
H. Maman Suryaman Siap Merangkul Semua

H. Maman Suryaman Siap Merangkul Semua

Citanduy Post - Calon Walikota Banjar nomor urut dua H. Maman Suryaman nyatakan siap merangkul semua kalangan masyarakat bila terpilih sebagai walikota.


"Ya pemimpin itu  harus merangkul semua kalangan, tidak diskriminatif. Terutama dikalangan masyarakat kecil kita harus peduli untuk mereka," kata Maman saat ditemui di sela-sela kegiatan blusukan di wilayah Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Minggu (18/2).

Mengenai peta koalisi parpol saat ini dalam kontestasi Pilkada Banjar yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018 mendatang, calon walikota yang berpasangan dengan Hj. Irma Bastaman ini mengatakan akan merangkul semua partai politik terlepas dari dukungan koalisi pada Pilkada saat ini.

"Golongan manapun, kelompok masyarakat atau partai politik manapun saya akan rangkul dan  diperlakukan secara adil, jadi walikota ya semua warga tanggung jawab saya," pungkasnya.
Read More
Simak! Inilah Nomor Urut Parpol Pemilu 2019

Simak! Inilah Nomor Urut Parpol Pemilu 2019

Citanduy Post - Setelah ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019, hari ini (18/2) 14 Partai Politik mendapatkan kepastian nomor urut dengan mekanisme pengundian yang digelar di gedung KPU RI, Jakarta. Sebagaimana lazimnya, pengundian nomor urut Parpol peserta Pemilu kali ini pun menyedot perhatian besar, bahkan turut dihadiri para pimpinan Parpol.



Tak tanggung-tanggung, mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mewakili Parpol yang dipimpinnya PDIP turut mengambil nomor undian, demikian juga ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang pada Pilpres 2014 bersaing melawan Jokowi sebagai calon presiden turun tangah melakukan undian nomor peserta Pemilu. Selain kedua nama itu, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dari Partai Demokrat, Zulkifli Hasan dari PAN, Muhaimin Iskandar dari PKB, Shohibul Iman dari PKS, dan sejumlah ketua umum Parpol lainnya turut melakukan undian nomor peserta Pemilu 2019.

Simak! Inilah nomor urut Parpol untuk Pemilu 2019 mendatang,

  1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
  3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
  4. Partai Golongan Karya (Golkar)
  5. Partai Nasional Demokrat (NasDem)
  6. Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda)
  7. Partai Berkarya
  8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
  9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo)
  10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  11. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
  12. Partai Amanat Nasional (PAN)
  13. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
  14. Partai Demokrat

Sebelumnya, KPU RI melakukan pengundian nomor urut Parpol peserta Pemilu 2019 dengan melalui sejumlah tahapan. Tahapan pertama, parpol diurutkan sesuai waktu kedatangannya di kantor KPU RI. Secara berturut-turut, antara lain Partai Garuda, Partai Berkarya, PSI, Partai Hanura, Partai Golkar, PDIP, Partai NasDem, Partai Gerindra, PKB, PAN, Partai Perindo, PKS, Partai Demokrat dan PPP.

Selanjutnya, sesuai urutan semua Parpol secara bergantian melakukan pengambilan nomor urut undian. Hasilnya secara berturut-turut sebagai berikut PDIP, PKB, PPP, Partai Garuda, PAN, Partai Perindo, Partai Hanura, Partai Golkar, Partai NasDem, PKS, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PSI, dan Partai Berkarya.

Akhirnya, setelah mendapatkan nomor urut undian, sesuai urutannya para ketua umum partai atau yang mewakilinya bergantian melakukan pengambilan nomor urut Parpol peserta Pemilu 2019, yang hasilnya tertera di atas.[]
Read More
14 Parpol Sah Jadi Peserta Pemilu 2019!

14 Parpol Sah Jadi Peserta Pemilu 2019!

Citanduy Post - Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Sabtu (17/2), menjadi saksi ditetapkannya 14 Partai Politik sebagai peserta Pemilihan Umum 2019. Sementara itu, dua Parpol non parlemen peserta Pemilu 2014 dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat oleh KPU RI.


Dua Parpol tersebut ialah Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia (PKPI). Menurut KPU RI, keduanya tidak memenuhi syarat pada kepengurusan di sejumlah provinsi. PBB tidak memenuhi syarat di provinsi Papua Barat, sedangkan PKPI di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Seusai pembacaan Rekapitulasi Nasional Hasil Verifikasi dan Penetapan Parpol peserta Pemilu 2019, PBB menyatakan menerima keputusan itu dengan berat hati. Namun, PBB meminta kondisi partai di daerah yang sulit terjangkau juga untuk lebih diperhatikan oleh KPU.

“Memang di Papua Barat ini, khususnya di Manokwari Selatan, karena ini daerah gunung dan bukan muslim, kami kehilangan komunikasi. Tetapi, kami hadirkan tanggal 9. Tapi keputusan KPU saklek, tidak bisa diganggu gugat,” kata Sekjen PBB Afriansyah, sebagaimana laporan rumahpemilu.org, Sabtu (17/2).

Sementara itu, PKPI menyatakan menolak hasil rekapitulasi tersebut dan siap menggugatnya ke Bawaslu RI.

14 Parpol yang hari ini ditetapkan oleh KPU sebagai peserta Pemilu 2019 terdiri dari 10 Parpol parlemen dan empat sisanya merupakan partai politik yang baru pertama kali mengikuti pemilu. Keempat belas partai politik peserta Pemilu 2019 tersebut antara lain:

  1. Partai Amanat Nasional (PAN)
  2. Partai Berkarya
  3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
  4. Partai Demokrat
  5. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
  6. Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda)
  7. Partai Golongan Karya (Golkar)
  8. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
  9. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
  10. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  11. Partai Nasional Demokrat (NasDem)
  12. Partai Persatuan Indonesia (Perindo)
  13. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  14. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Selanjutnya, nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 sesuai jadwal akan diberikan pada 18 Februari 2018.

Partai Berkarya, Partai Garuda, Perindo, dan PSI merupakan empat partai politik yang pertama kali mengikuti pesta demokrasi pada Pemilu 2019 mendatang.[]
Read More
Manifesto Seorang Native Demokrasi

Manifesto Seorang Native Demokrasi

Oleh: Firman Nugraha*

Sebagai seorang yang terlahir di dekade 90-an, bagi saya demokrasi adalah anugrah generasi. Kami melihat bahwa demokrasi adalah sesuatu yang taken for granted. Pasalnya saya bertumbuh kembang dalam situasi transisi dari sistem otokrasi orde  baru ke  demokrasi di era reformasi. Karenanya, saya adalah seorang native demokrasi atau penduduk asli demokrasi.

Demokrasi telah memungkinkan kita untuk hidup sebagai satu anak bangsa yang bebas, egaliter, dan  beraspirasi dalam pembangunan arah bangsa. Karena alam pikiran demokrasi pulalah kita berhasil mengubah struktur kekuasaan yang sentralistik-despotik untuk kembali ke pangkuan kedaulatan rakyat.

Demokrasi telah mengajarkan kita bahwa kekuasaan mutlak itu seharusnya dibatasi. Tidak ada satu tangan kekuasaan pun di negeri ini  yang super power, terkecuali kedaulatan rakyat  yang tertuang dalam filosofi negara Kita Pancasila dan UUD 1945.

Orde  Baru yang telah menjadi masa lalu menjadi sebuah pelajaran sejarah untuk kita. Bahwa anak bangsa ini ingin berdiri bersama dalam semangat kerakyatan kolektif. Republik ini  hadir untuk semua bukan untuk satu kekuatan personal, keluarga atau golongan.

Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely. 'Kekuasaan itu  cenderung korup, kekuasaan yang absolut akan pula korup secara absolut.

Bagi kami seorang native demokrasi, sesungguhnya kami menolak segala bentuk kekuasaan yang absolut itu. Kami bukanlah generasi yang gemar dikooptasi. Kami bukanlah  anak bangsa yang nyaman direpresi dan  dimanipulasi. Kami bukanlah lapis generasi yang bisa dipimpin oleh  mereka yang bermental kleptokrasi ataupun oligarki yang berjubah demokrasi.

Kami menolak segala bentuk dominasi berkepanjangan yang memasung dinamika dan subtansi demokrasi. Dinasti adalah benalu demokrasi. Regenerasi kepemimpinan terancam mati, sehingga sedih hati ini  melihat masyarakat hanya menjadi penonton sepanjang hari.

Kembalilah ke dalam etika  demokrasi, karena tidak semua harus bernafsu dikuasai. Kembali lah pada pikiran yang sehat tentang demokrasi. Ajarilah kami bagaimana seharusnya menjadi pahlawan demokrasi demi masa depan.

Perundang-undangan dinasti hanyalah sebuah aturan yang menciderai spirit dan  subtansi demokrasi. Jauh tinggi dari  itu terdapat etika, kepatutan, dan  hati nurani demokrasi.

*Penulis ialah alumni Pemuda Lemhanas RI
Read More