Reses, Warga Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Citanduy Post - Zenal (60 tahun), warga Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Keluhan warga terungkap pada saat reses Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi Pembangunan Keadilan (PPP dan PKS), Ust. Nasir Muhamad, S.Pd.I., Jumat (08/12/2017) di Aula Gedung DPD PKS Kota Banjar.

Kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2017 Anggota DPRD Kota Banjar, Nasir Muhamad, S.Pd.I.,
Jumat (08/12/2017) di Aula Gedung DPD PKS Kota Banjar

"Kenapa kok gas elpiji 3 kg sulit dicari? Saya sudah muter keliling kampung, kalaupun ada, harganya tinggi bisa sampai 25 ribu. Padahal seharusnya harga eceran tertinggi itu 16 ribu." keluh Zenal.

"Tolong pak, masalah ini diselesaikan, dulu kita disuruh beralih pake gas. Tapi sekarang gas nya sulit dan ga ada, kami warga merasa berat untuk kebutuhan sehari-hari." ujarnya lagi.

Nasir Muhamad, pun menanggapi keluhan warga terkait kelangkaan gas tiga kilogram atau gas melon. Menurut Nasir Muhamad, kelangkaan gas ini akibat masa peralihan (transisi) dan sekarang memang sedang masif pemasaran kepada warga agar menggunakan gas non subsidi yang berwarna ungu.

"Gas elpiji tiga kilogram atau gas melon ini memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan kurang mampu, karena termasuk gas subsidi dari pemerintah." jelas Nasir.

"Tapi, keluhan pak zenal, saya tampung dan akan saya sampaikan kepada instansi terkait agar segera diatasi." jawab Nasir.

Warga berharap agar masalah kelangkaan gas elpiji tiga kilogram ini tidak terulang kembali. Tidak hanya masalah itu saja, pada kesempatan reses itu, warga pun menanyakan banyak masalah lainnya yang ada di Kota Banjar. Adapun peserta reses ini berjumlah sebanyak 94 orang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Reses, Warga Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg"